Wednesday, 18 September 2013

NASI SOTO LAMONGAN; Menu yang bikin galau



NASI SOTO LAMONGAN;

Menu yang Bikin Galau

 Better a small serving of vegetables with love than a fattened calf with hatred.”
Proverb 15 : 17 (NIV).

Ketika kau makan semeja dengan orang yang benar-benar kau kagumi, masakan apapun akan terasa sangat nikmat.
--- Dio Xervan Lie ---

     Kamu pernah mencicipi Nasi Soto belum? Ada banyak banget jenis-jenis soto dari berbagai daerah di Indonesia yang memiliki keunikan cita-rasanya masing-masing. Nama menunya biasanya diikuti oleh nama daerah asal soto itu berasal. Beberapa di antaranya misalnya Soto Betawi, Soto Banjar, Soto Makasar, Soto Lamongan, Soto Kudus, dan sebagainya.
Setelah seharian berkeliling di kompleks wisata Taman Sari Yogyakarta bersama Renata, kami berdua sepakat untuk menikmati Nasi Soto Lamongan dan Wedang Ronde sebagai menu makan malam kami. 
    Aku memang suka menu soto, tapi nggak terlalu suka-suka banget. Sebenarnya aku lebih suka Nasi Rawon, tapi sayangnya di rumah makan ini nggak ada menu Nasi Rawon. Akhirnya aku dan Renata tetap pesan Nasi Soto Lamongan.
***
      Yang paling bikin aku nggak ngerti, masakan Soto Lamongan malam itu kok benar-benar bisa luar biasa lezat ya? Aroma kuah sotonya benar-benar kuat menyandera seluruh nafsu makanku. Setiap sendok kuah soto yang mengalir di lidahku terasa benar-benar sempurna bagaikan masakan dewa. Aku masih heran, apa istimewanya sih rumah makan ini? Tukang masaknya juga biasa-biasa saja. Aku jadi penasaran, ada orang lain yang sependapat sama aku nggak ya? Ataukah ini Cuma perasaanku sendiri? Ini bukan pertama kalinya aku makan Nasi Soto Lamongan dengan ditemani cewek cerdas dan cantik kayak Renata lho. Terus kenapa bisa seenak ini ya masakannya?
***

     Tanpa kusadari, makananku sudah habis duluan sebelum Renata. Awalnya Renata kelihatan capek banget waktu masuk rumah makan ini. Muka capek Renata berangsur-angsur lenyap beriringan dengan sendok demi sendok dari Nasi Soto yang dimakannya. Kini wajah cantiknya makin terlihat jelas. Dari caranya makan dan bersopan santun ke pelayan rumah makan, terlihat jelas bahwa Renata adalah cewek yang cerdas, terdidik dan sangat diajari tata krama. 
      Aku nggak akan ungkapin kekagumanku di depannya, tapi sejujurnya aku bahagia banget bisa ngajak dia keluar bareng. Awalnya aku memang cuma mengagumi kemampuan fotografinya, tapi makin ke sini aku mulai sadar, bahwa aku memang suka sama cewek putih yang rambutnya tergerai panjang ini. Bisa jadi sebenarnya aku sudah lama kagum sama Renata, tapi baru sadar sekarang. Apapun perasaanku padanya, moga-moga kita bisa tetap jadi sahabat yang baik.
***
     Meskipun nggak pernah diungkapin, tapi aku tahu bahwa Renata mengira selama ini aku sedang mendekati Chensy. Aku dan Chensy emang teman dekat. Dugaan Renata kalau aku naksir Chensy menurutku keliru. Atau mungkin tiga perempat keliru. Aku nggak tahu juga sih, apakah aku suka sama Chensy atau nggak. Tapi aku tahu satu hal yang pasti; aku memang mengagumi Renata, dan makin lama makin tambah kagum. Yahhh moga-moga saja kebersamaanku dengan Renata bisa terus berlanjut terus di lain waktu. 
 ***
     Mungkin inilah sebenarnya jawaban dari pertanyaanku tadi, kenapa memakan Soto Lamongan di rumah makan ini terasa benar-benar luar biasa enak. Jawabannya ternyata bukan karena kokinya hebat, bukan pula karena resepnya dahsyat. Yang bikin makan malamku asik ternyata karena ada Renata di sampingku. Ketika kau makan semeja dengan orang yang benar-benar kau kagumi, masakan apapun akan terasa sangat nikmat. Aku ingat sebuah kutipan dalam bahasa Inggris;

     “Better a small serving of vegetables with love than a fattened calf with hatred.”
Proverb 15 : 17 (NIV).

     Terjemahannya kira-kira, ‘Lebih baik sedikit sayur disertai dengan cinta kasih, daripada seporsi daging pilihan disertai kebencian’.  Lebih baik bisa makan semeja dengan Renata yang kukagumi biarpun tanpa menu favoritku, ketimbang seporsi penuh menu favorit tanpa ditemani Renata. Tapi ngomong-ngomong, entah suatu saat aku berhasil dapatin Renata atau nggak, dan terlepas dari segala kegalauan dan memori sentimentil yang kualami, Nasi Soto Lamongan tetaplah menu yang pantas kalian coba cicipi. Kalau kalian sempat berkunjung ke Indonesia, cobalah mampir dan nikmati menu Nasi Soto Lamongan.

TAMAT

RESEP SOTO LAMONGAN : 


A.  AYAM :
1 Potongan ayam kampung (kira-kira 800 gram)
2 sendok makan minyak goreng untuk menumis.
1 potong jahe, ditumbuk
4 cm lengkuas ditumbuk
3 biji cengkeh
garam dapur secukupnya
B. Bumbu-bumbu yang lain :
5 siung bawang merah onion
4 siung bawang putih
½ sendok makan merica
1 sendok makan ketumbar sangrai
6 biji kemiri sangrai
2 cm kunyit
C.  Bahan-bahan tambahan:
50 gr soun, masukkan ke dalam air matang hingga melembut, keringkan.
50 gr kol yang dipotong halus
2 batang seledri yang dipotong halus
2 sendok makan bawang merah goreng
1 sendok makan bawang putih goreng
3 butir telur ayam rebus
Kerupuk, sambal rebus, potongan jeruk nipis.

Cara Membuat:
1. Rebus ayam bersama bahan-bahan pada poin A sampai lunak di atas kompor api sedang. Ambil ayamnya kemudian buat daging ayam disuwir(atau difillet).
2.
Buat 1 liter(atau lebih) kaldu ayam.
3.
Tumis bahan A sampai aromanya harum, tuangkan kaldu ayam, tambahkan irisan seledri, tambahkan bubuk cengkeh, merica dan garam, didihkan.

Penyajian:
Atur dalam mangkuk
bahan-bahan ini berurutan: soun, daging ayam suwir(fillet), irisan telur. Siram dengan kaldu panas, tambahkan irisan seledri.
Sajikan dengan saus sambal, kecap, irisan lemon, dan kerupuk udang.

Naskah : Daniel Hok Lay
Referensi : www.diyhow.info

No comments:

Post a comment